Transaksi Entitas Induk dan Entitas Anak : Persediaan dan Jasa
Transaksi Entitas Induk dan Entitas Anak : Persediaan dan Jasa
Oleh : Endjelin Veronica Amapoli, mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia
Dalam proses pengembangan bisnis suatu perusahaan tak jarang kita menemukan adanya hubungan bisnis antara perusahaan besar dan perusahaan kecil yang terikat dalam suatu perjanjian penggabungan usaha agar dapat beraktivitas bersama sehingga dapat saling menguntungkan atau akuisisi. Namun demikian ada cara khusus dalam pencatatan transaksi agar transaksi yang terjadi tidak dicatat tumpang tindih atau double pencatatan dengan membuat laporan keuangan konsolidasi. Fungsi dari laporan konsolidasi adalah berfungsi untuk mengetahui sejumlah efek entitas dari anak perusahaan terhadap sejumlah perkembangan induk dari perusahaan dalam jangka Panjang. Apalagi untuk laporan konsolidasi adalah akan lebih efisien untuk berbagai perusahaan yang sudah memiliki beberapa anak perusahaan
Kami mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia semester 4 (empat) pada tengah semester ini melalui Mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan telah mempelajari materi : Kombinasi Bisnis, Investasi pada instrumen ekuitas, Konsolidasi dengan akuisisi pada nilai tercatat ekuitas, Konsolidasi dengan akuisisi melebihi nilai tercatat ekuitas, Transaksi entitas induk dan entitas anak pada persediaan dan jasa, pada aset tetap, dan pada utang. Dan kami diberi tugas untuk mereview salah satu dari materi di atas. Maka saya akan mereview tentang Transaksi entitas induk dan entitas anak pada persediaan dan jasa.
Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas bukan perseroan terbatas seperti persekutuan yang dikendalikan oleh entitas lain. Sedangkan Entitas induk adalah suatu entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak. Kepemilikan entitas induk dapat berubah entah itu meningkat atau menurun. Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.
Entitas induk dan entitas anak sering terlibat dalam transaksi, misalkan transaksi jual beli persediaan, jual beli aset tetap dan pemberian pinjaman. (terkait dengan materi transaksi entitas induk dan juga entitas anak ketika kita membahas entitas induk dan juga entitas anak berarti di sini ada dua perusahaan yang mana sama-sama saling beroperasi jadi ada perusahaan induk yang juga beroperasi dengan kegiatannya dan juga perusahaan anak yang juga beroperasi dengan kegiatan operasionalnya sehingga tidak menutup kemungkinan bahwasanya kedua perusahaan itu nantinya akan terlibat dalam transaksi Misalkan seperti transaksi jual-beli persediaan kemudian beli aset tetap dan juga transaksi terkait dengan pemberian pinjaman).
Entitas induk dan entitas anak merupakan satu entitas tunggal, maka transaksi antara entitas induk dan entitas anak menjadi transaksi di dalam satu entitas yang dampaknya harus dieliminasi. Ketika entitas induk itu memiliki kepemilikan sahamnya lebih dari 50% maka entitas induk itu sudah wajib menyusun terkait dengan laporan konsolidasi. Perlu diketahui entitas induk dan entitas anak itu merupakan satu entitas tunggal itu merupakan satu kesatuan sehingga transaksi akun-akun resiprokal atau akun-akun timbal balik antara entitas induk dan juga entitas anak Nantinya harus kita eliminasi)
Transaksi yang terjadi antara entitas induk dan entitas anak, teman-teman bisa lihat dari gambarnya di slide disitu ada entitas induk dan juga entitas anak di mana entitas induk dalam hal ini itu memiliki dua anak perusahaan yaitu entitas anak A Dan juga entitas anak B, transaksi-transaksi yang mungkin terjadi terkait dengan konsolidasi bisa teman-teman lihat disitu ada yang namanya transaksi Hulu atau lebih dikenal dengan istilah downstream jadi yang dimaksud dengan transaksi Hulu atau downstream disini adalah transaksi dari entitas induk ke entitas anak makanya dinamai downstream,
Kebalikannya ada juga yang namanya transaksi Hilir atau yang lebih dikenal dengan istilah Upstream jadi naik, berarti transaksi yang terjadi dari entitas anak ke entitas induk. Kemudian selain ada transaksi hulu dan transaksi Hilir yang terkait dengan melibatkan entitas induk dan juga entitas anak ada juga yang namanya transaksi lateral Jadi kalau transaksi lateral ini adalah transaksi yang terjadi antara anak perusahaan jadi disini karena ada dua perusahaan misalkan anak perusahaan A dan juga anak perusahaan B jadi transaksi yang terjadi antara kedua anak perusahaan Inilah yang disebut dengan istilah transaksi lateral ).
Jadi entitas induk itu berkewajiban untuk menyusun laporan keuangan yang menggambarkan kinerja dan kondisi keuangan entitas induk beserta dengan entitas anaknya secara keseluruhan. jadi laporan keuangan yang dimaksud itu adalah laporan keuangan konsolidasian tidak sesuai dengan PSAK 65 ( revisi 2014) mengidentifikasi laporan keuangan konsolidasian sebagai laporan keuangan kelompok usaha yang didalamnya terdapat aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan,beban-beban, dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian entitas induk dan entitas anak itu merupakan satu entitas tunggal yang Kita dipisahkan. jadi dalam gambaran transaksi antar entitas dalam kelompok usaha kita bisa melihatnya bahwa pada pada akhirnya yang akan menyusun laporan keuangan konsolidasian itu adalah entitas induk yang akan merangkum dari laporan keuangan dari entitas entitas anak yang mempunyai akan dirangkum menjadi satu kesatuan laporan keuangan yang disebut dengan laporan keuangan konsolidasian . kemudian Mengapa sih Hak pentingnya apa namanya Harus dieliminasi Eta beberapa transaksi tersebut karena kita ambil contoh saja misalkan untuk persediaan Jadi kalau misalkan disinikan entitas induk untuk persediaan itu bisa saja menjual persediaannya ke entitas anak seperti itu nah kemudian entitas anak juga menjual ke konsumen ke-3 seperti itu Hai karena sebenarnya entitas induk dan identitas anak ini kan merupakan satu kesatuan ya jadi disitu bisa dikatakan nanti ada double pencatatan keuntungan Jadi kalau misalkan dari entitas untuk juga otomatis misalkan dia menjual barang ke entitas anak otomatis akan mencatat berapa keuntungan dari penjualan tersebut nah kemudian entitas anak juga Sama halnya dari harga yang diambil dari entitas induk kemudian dijual lagi ke perusahaan atau customer terakhir seperti itu yang kemudian otomatis juga akan mendapat memperoleh keuntungan nah yang dikhawatirkan disini itu adalah Kenapa harus dieliminasi jadi perlakuan atau pembebanan di jumlah persediaannya seperti itu Jadi jangan sampai pencatatan persediaan yaitu double karena pada intinya barang yang digunakan itu adalah barang yang sama yang nantinya memang setiap masing-masing apa namanya entitas begitu induk dan anak itu pasti akan mencatat transaksi tersebut nah kemudian Mengapa harus dieliminasi Untuk menghindarkan double nya pencatatan atau pengakuan yang yang tidak sesuai dengan jumlah atau kondisi persediaan yang seharusnya maka perlunya dilakukan proses eliminasi penyusunan laporan keuangan.
Transaksi penjualan persediaan:
Dampak terhadap pencatatan entitas induk, keuntungan maupun kerugian dikatakan belum terealisasi apabila persediaan masih berada di entitas induk dan entitas anak dan akan terealisasi apabila persediaan sudah terjual oleh perusahaan non afiliasi.
Dampak terhadap jurnal eliminasi, apabila persediaan terjual pada perusahaan non afiliasi maka diperlukan jurnal eliminasi untuk menghapus angka penjualan danharga pokok penjualan entitas anak. Begitu pula jika persediaan belum terjual, maka penjualan dan beban pokok penjualan yang diakui entitas induk harus dieliminasi.
Standar Akuntansi Keuangan (1999) dalam PSAK no. 23 menyatakan, penjualan jasa biasanya menyangkut pelaksanaan tugas yang secara kontraktual telah disepakati untuk dilaksanakan selama satu periode yang disepakati oleh perusahaan jasa tersebut dapat diserahkan selama satu periode atau lebih dari satu periode.
Contoh: kontrak penjualan jasa dari manajer proyek dan arsitek.
Hasil transaksi penjualan jasa dapat diestimasi secara andal atau terukur Penjualan diakui dengan acuan tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan. Disini ada kriterianya yakni jumlah pendapatan dapat diukur secara andal atau terukur kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas. Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal.
Jenis pengakuan Penjualan Jasa
Imbalan instalasi, dapat diakui sebagai pedapatan dengan mengacu kepada tahap penyelesaian. Seperti melakukan instalasi listrik, akan ada imbalannya setelah instalasi selesai dikerjakan.
Imbalan jasa termasuk dalam harga produk, dimana jumlah tersebut ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan selama periode jasa dilakukan. Jumlah yang ditangguhkan menutupi ekspektasi biaya jasa dalam perjanjian, bersamaan laba wajar atas jasa tersebut. Misalkan imbalan jasa kepada make up artist.
Komisi,misalnya komisi iklan. Komisi iklan diakui ketika iklan terkait muncul sebelum dipublikasikan.
Komisi keagenan asuransi, Agen asuransi merupakan orang atau badan hukum yang memberikan jasa dengan cara memasarkan produk asuransi atas nama perusahaan asuransi. Diakui pada tanggal efektif permulaan atau pembaharuan atas polis (kontrak perjanjian) atau selama periode polis jika agen disyaratkan untuk menjual jasa lebih lanjut selama umur polis.
Pembuatan laporan keuangan pada suatu bisnis adalah suatu keharusan. Dengan laporan keuangan yang terperinci, pemilik bisnis bisa dengan mudah melakukan improvisasi atau perencanaan pengembangan bisnis secara berkesinambungan berdasarkan data keuangan yang faktual.
Perusahaan yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan biasanya akan menyajikan laporan keuangan dalam bentuk laporan keuangan konsolidasi. Prinsipnya adalah penyajian laporan keuangan yang isinya gabungan dari laporan milik perusahaan induk dan entitas anak perusahaan dalam satu laporan sehingga seolah-olah mereka adalah satu entitas. Dimana tujuan dari penyusunan laporan tersebut adalah untuk memberikan gambaran objektif secara keseluruhan mengenai posisi keuangan dan aktivitas dari suatu kelompok perusahaan (induk dan anaknya) sehingga bisa dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan (investor, auditor, dsb).
Komentar
Posting Komentar