Sistem Informasi Akuntansi

Tugas Review #tugas sia#pertemuan7#IMWI#
Mata kuliah             : Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Dosen Pengampu    : Bpk. BJ. Zaenal Abidin, S.T.,M.Kom
Nama                      : Endjelin Veronica Amapoli
NIM                        : 21021026
Prodi                       : Akuntansi ( Semester 3)

Untuk memenuhi tugas sebelum Ujiam Tengah Semester (UTS) bahwa kami para mahasiswa harus mereview materi yang sudah kami terima pada enam pertemuan sebelumnya, salah satunya adalah pada mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang diampu oleh Bpk. BJ.Zaenal Abidin, S.T.,M.Kom yang telah menjelaskan semua materi dengan sangat baik dan mudah dipahami. Berikut hasil reaview yang saya buat :

Sistem Informasi Akuntasi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesainuntuk mentranformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen untuk mengetahui kinerja perusahaan. Bisa dikatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah alat cerdas untuk menyiapkan data akuntansi dalam bahasa bisnis yang dapat dilakukan secara manual maupun mengginakan komputer.

Proses dalam Sistem Informasi Akuntansi yaitu meliputi mengidentifikasikan, mengumpulkan, mencatat, menyimpan data, memproses data akuntansi dan data lainnya, menghasilkan informasi yang kemudian dapat dijadikan bahan dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan. 

Dari komponen-komponen tersebut terdapat tiga fungsi mendasar dari Sistem Informasi Akuntansi yaitu : 

  1. Pengumpulan dan penyimpana data tentang kegiatan organisasi, sumber daya dan personel.
  2. Proses mengubah data menjadi informasi sehingga manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi aktivitas, sumber daya dan personel.
  3. Penyediaan kontrol yang memadai untuk melindungi aset dan data organisasi atas informasi yang telah dihasilkan tersebut

Terdapat beberapa siklus transaksi / proses bisnis utama yang harus diperhatikan pada awal kita akan  membuat Sistem Informasi Akuntasi, yaitu :

  • Siklus Pendapatan : dalam siklus ini dimana ada barang yang dijual dengan uang / janji pembayaran
  • Siklus Pengeluaran : dalam siklus ini terdapat dua macam aktivitas yaitu pembelian persediaan untuk dijual kembali atau membeli bahan mentah untuk diproduksi menjadi barang jadi yang kemudian baru dijual secara tunai atau kredit.
  • Siklus Produksi : dimana kita mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dijual.
  • Siklus Sumber daya manusia : dimana aktivitasnya berkaitan dengan pengembangan SDM (evaluasi, promosi, demosi, pelatihan dll) dan sistem penggajian karyawan.
  • Siklus pembiayaan : dimana pada siklus ini menitik beratkan pada bagaimana cara kita mendapatkan modal untuk membiayai aktivitas perusahana kita, Contohnya dengan menggandeng investordengan perhitungan persentasi bagi hasil atau mengajukan pinjaman modal usaha ke Bank dengan perhitungan pengembalian Hutang ditambah bunga Bank.
Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa  komponen penting yaitu:

  1. Orang-orang yang menggunakan sistem.
  2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses dan menyimpan data.
  3. Data tentang organisasi dan kegiatan usahanya.
  4. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data.
  5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, perangkat periferal dan perangkat komunikasi jaringan yang akan digunakan dalam SIA.
  6. Kontrol internal dan langkah-langkah keamanan yang menlindungi data SIA.
Sistem Informasi Akuntansi yang dirancang dengan baik dapat menambah nilai bagi organisasi, yaitu akan baerdampak pada :

  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi baiayproduk atau Jasa
  • Meningkatkan efisiensi kerja.
  • Menjadi salah satu sarana untuk berbagi ilmu.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas rantai pasoknya.
  • Memperbaiki struktur pengendakian intern.
  • Meningkatkan pengambilan keputusan 
Ada tiga faktir utama yang mempengaruhi desain Sistem Informasi Akuntansi yaitu, Tujuan Organisasi, Strategi Bisnis dan Informasi teknologi yang dibutuhkan.

Dalam pengembangan praktek dalam Sistem Informasi Akuntasi diperlukan Enterprise Resource Planning (ERP) System, yaitu sebuah sistem yang mengintegrasikansemua aspek aktivitas organisasi. pengupdatean data secar bersamaan dari data disetiap divisi yang saling berkaitan. ERP ini membutuhkan komputer dalam pengerjaan prosesnya karena akan berhunungan dengan banyak data yang berupa file dari masing-masing divisi yang tidak memungkinan jika dilakukan secara manual. ERP dapat berupa aplikasi atau Dashboard yang dapat dirancang sedemikian rupa dari awal pembuatan agar dapat memudahkna dalam pengopersiannya.

Adapun keuntungan dari ERP ini adalah untuk efisiensi waktu, menyiapkan data secara terpusat (pandangan tunggal), mengurangi duplikasi data karena penginputan dilakukan hanya satu kali namun akan otomatis masuk ke dalam sistem yang berbeda, pihka manajemen dapat melakukan pemantauan yang lebih maksimal, organisasi emmperoleh kontrol akses yang lebih baik,prosedur dan laporan distandarisasi di seluruh unit bisnis sehingga layanan pelanggan akan semakin meningkat  dan penyajian data secara real time sehingga keputusan dapat dilakukan dengan segera jika dibutuhkan dalam keadaan urgent. 

Selain keuntungan jangan lupa dalam penerapan ERP juga  terdapat  kekurangan tapi hal ini akan dirasakan hanya di awal penerapan dari ERP yaitu :  otomatis membutuhkan biaya yang lebih besar karena harus menyediakan perangkat komputer dengan hard wear dan soft wearnya, membutuhkan waktu dalam proses pengembangannya (pembuatan), aikan menimbulkan perubahan pada proses bisnis, kompleksitas jika dibuat dari daridata yang berbeda-beda, yang terakhir dapat menyebabkan resistensi karena harus melakukan penyesuaian aktivitas yang baru.

Selain itu ada pendekatan-pendekatan yang harus diperhatikan dalam implementasi ERP yaitu :

  1. The Big Bang, jika implementasi ERP dilakukan secara langsung pada semua aktivitas divisi secara bersamaan.
  2. Step by step, implementasi yang dilakukan bertahap memang akan meminimalisir sisi pembiayaan namun otomatis akan membutuhkan waktu yang lebih banyak.
  3. Small Banng (pilot approach), yaitu sistem ERP dibuat dulu contohnya setelah melalui proses percobaan, evaluasi dan pernyempurnaan/perbaikan sistem serta dinyatakan siap barulah diimplementasikan dimulai dari divisi inti kemudian baru ke divisi penunjang lainnya.
Dari materi Enterprise Resource Planning (ERP) System,kita akan berlanjut ke materi Data Flow Diagram (DFD), yaitu sebuah diagram arus data yang mnggambarkan alirandata dari stu proses ke proses yang lain, bentuk arahannya arusnya menggunakan anak panah. Contoh bentuk penggunaan DFD berupa : Laporan tercetak yang dihasilkan sistem, Output pada layar komputer, masukan untuk komputer, komunikasi ucapan dan lain sebagainya. 

Bentuk DFD ada dua macam yaitu : 

  • Diagram arus Data Fisik , yang menitik beratkan pada bagaimana proses-proses dari sistemditerapkan termasuk proses-proses manual dan biasanya digunakan untuk menggambarkan sistem yang lama.
  • Diagram Arus Data Logika, yang menitik beratkan pada sistem usulan dimana penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem.

Gambaranan proses DFD adalah sebagai berikut :

  •  External Entinity - Proses - Data Store atau sebaliknya
  •  External Entinity - Proses  - External Entinity  atau
  •  Data Store - Proses - Data Store

Aturan main menggambar DFD ada tiga yaitu :

  1. Dalam DFD tidak boleh menghubungkan antara External Entinity dengan External Entinity secara langsung.
  2. Dalam DFD tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan Data Store secara langsung.
  3. Dalam DFD tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan External Entity secara langsung ( atau sebaliknya)
Berikur cara membuat DFD, yang pertama buatlah Top Down Analysis, mulai dari yang umum sampai yang detail, lalu jabarkan proses sampai sedetail mungkin, lakulak pemeliharaan Konsistensi Entinity, Proses, Data Flow dan Data Store yang terjadi dalam Data Flow Diagram dan yang terakhir berikan label yang bermakna untuk tiap-tiap siimbol.Selain itu terdapat tahapan dalam proses pembuatan DFD yaitu dimulai dengan membuat diagram Konteks (global) lalu membuat diagram Nol (0) kemudian buatlah diagram Detail (detail/rinci)

Demikianlah review dari mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang saya buat.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat bermanfaat baigi kita semua.
Masukan yang membangun dari para pembaca pada umumnya dan khususnya dari dosen pengampu saya Bpk. BJ. Zaenal Abidin,  S.T.,M.Kom sangat saya harapkan sebagai bahan perbaikan dan agar kita dapat sama belajar tentang materi ini.

~TERIMA KASIH~ 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transaksi Entitas Induk dan Entitas Anak : Persediaan dan Jasa

ALUR MANUFAKTURING (AKMEN) - ENDJELIN

TUGAS REVIEW PERTEMUAN KE-14 (AKMEN)