Business Environment : Konsep Dasar Dalam Lingkungan Bisnis

Business Environment : Konsep Dasar Dalam Lingkungan Bisnis



Pada umunya dalam praktek Ekonomi terkadang perusahaan kurang memperhatikan di mana perusahaan tersebut beroperasi dan siapa saja personil yang berperan aktif dalam lingkungan perusahaan tersebut. Perusahaan sering dilihat hanya sebagai organisasi untuk memproduksi output dan menggunakan input sebagai respons terhadap pasar. Hampir tidak ada perhatian yang diberikan pada bagaimana perusahaan diorganisasikan dan bagaimana caranya berbagai bentuk organisasi akan mempengaruhi perilaku mereka. 

Kami mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia 4 (empat) pada pertengahan semester ini melalui Mata kuliah Businnes Environment telah mempelajari bagaimana mengenal lingkungan bisnis. Mulai dari Konsep Dasar dalam Lingkungan Bisnis, Konteks Global Bisnis, Organisasi Bisnis dan Cara kerja persaingan pasar. Berdasarkan materi-materi yang sudah dipelajari tersebut saya ingin sedikit mereview tentang materi pertama yaitu Konsep Dasar dalam Lingkungan Bisnis, karena pengetahuan ini dibutuhkan agar perusahaan mampu menentukan tindakan preventif dan antisipasi atas perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga perusahaan dapat cepat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut dan menjadi perusahaan yang mampu bertahan di tengah kondisi lingkungan yang sangat rumit.

Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yg mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu organisasi, baik faktor internal maupun eksternal. Lingkungan bisnis juga dapat diartikan sebagai faktor dasar yang menentukan keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis. Jadi walaupun lingkungan bisnis adalah nilai keseluruhan dari individu, institusi, maupun kekuatan lain yang berasal dari luar kontrol perusahaan, tapi perusahaan masih bisa bergantung pada mereka karena mereka sudah mampu mempengaruhi performa perusahaan dan keberlanjutan perusahaan. 

Menurut Murti Sumarni dan John Soeprihanto, dalam bukunya Pengantar Bisnis : Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan, lebih menyebut lingkungan bisnis dengan term ‘lingkungan perusahaan’. Mereka berdua membagi lingkungan perusahaan menjadi dua bagian, yaitu lingkungan umum dan lingkungan khusus. Lingkungan umum perusahaan meliputi faktor politik, hukum, sosial, perekonomian, kebudayaan, pendidikan, teknologi, dan demografi (perkembangan penduduk). Sedangkan lingkungan khusus perusahaan meliputi penyedia, pelanggan, pesaing, teknologi, dan sosio politik. Sedangkan menurut Madura Jeff dalam bukunya, Pengantar Bisnis (Salemba Empat : 2007), memaparkan lebih detail dengan mengklasifikasikan lingkungan bisnis menjadi empat bagian : lingkungan sosial, lingkungan industri, lingkungan ekonomi dan lingkungan global. Keempat lingkungan ini menjadi faktor utama pendukung keberhasilan sebuah bisnis perusahaan.

Secara garis besar, lingkungan di mana bisnis beroperasi terdiri dari dua kategori, yaitu: Lingkungan internal, yang mencakup berbagai faktor di bawah kendali perusahaan (man/tenaga kerja, money/modal, material/bahan baku, machine/peralatan dan perlengkapan produksi dan methode/cara kerja) dan Lingkungan eksternal, yang mewakili berbagai faktor di luar kendali perusahaanperusahaan. Komponen Eksternal terbagi lagi menjadi dua, yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan mikro meliputi pemerintah, pemegang saham (shareholders), kreditor, pesaing, publik, perantara, pemasok, dan konsumen. Kemudian lingkungan makro meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan politik-hukum (pemerintahan), lingkungan sosial kultur, lingkungan global, lingkungan bisnis teknologi dan informasi.

Mengingat dengan perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat, sebuah perusahaan haruslah mampu untuk mengambil langkah tanggap, efektif, dan efisien untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan daya saingnya di pasar global. Perubahan lingkungan adalah angka kecepatan dari perubahan lingkungan umum dan lingkungan khusus perusahaan. Perubahan ini terdiri dari perubahan yang stabil, dimana angka perubahannya lambat. Dan perubahan dinamis, dimana angka perubahan lingkungan adalah cepat. Untuk lebih mendalami tentang lingkungan bisnis juga dapat kita lakukan melalui tiga metode khusus, yaitu dengan melakukan pengamatan secara khusus tentang perubahan apa saja yg terjadi di lingkungan perusahaan kita melakukan klasifikasi permasalah yang terjadi di lingkungan bisnis kita, lalu menerjemahkan faktor-faktor lingkungan yang terdampak sehingga perusahaan dapat mengatasi dan mencari solusi atas masalah yang terjadi, terakhir kita harus bisa menghadapi ancaman dan kesempatan atas dampak yang tersebut diatas sehingga jika dampak hal yang mengancam bagi kelangsungan aktivitas perusahaan dapat segera diatasi, diberikan solusi terbaik bahkan dapat kita rubah dimana ancaman yang ada tersebut dapat menjadi sebuah peluang yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. 

Dengan mengetahui keterkaitan lingkungan bisnis dengan bisnis adalah keterkaitan dasar yang perlu kita pahami dalam melakukan kegiatan ‘berbisnis’. Tanpa adanya lingkungan bisnis yang stabil, maka bisa dijamin sebuah bisnis tersebut akan mengalami sebuah kemunduran bahkan kegagalan. Kemampuan sebuah perusahaan atau organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi merupakan nilai tambah bagi performa perusahaan dalam menghadapi persaingan global.

Referensi :
Jhon Sloman, Kevin Hinde, Sean Garratt. The Business Environment. Sixth edition. Printed and bound by Clays Ltd, Bungay, Suffolk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transaksi Entitas Induk dan Entitas Anak : Persediaan dan Jasa

ALUR MANUFAKTURING (AKMEN) - ENDJELIN

TUGAS REVIEW PERTEMUAN KE-14 (AKMEN)