Intermediate Accounting : Laporan Laba Rugi

 Intermediate Accounting : Laporan Laba Rugi

Oleh : Endjelin Veronica Amapoli, Mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia


Dalam melakukan aktivitas organisasi / perusahaan pada umumnya menitik beratkan pada bagaimana tujuan organisasi / perusahaan dapat tercapai . Salah satu indikator yang dapat mengukur apakah perusahaan kita sudah berjalan dengan maksimal dalam aktivitas usahanya adalah melalui laporan keuangan perusahaan. Dengan membaca laporan keuangan kita dapat mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau kerugian. Apakah perusahaan dalam keadaan sehat atau justru dalam keadaan kritis. Laporan keuangan perusahaan juga memiliki peran penting sebagai dasar bagi pihak manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan atau kebijakan demi kepentingan perusahaan. 

Kami mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia Semester 4 (empat) khususnya mahasiswa Prodi Akuntansi, dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah (AKM) sedang mempelajari berbagai materi yang berkaitan dengan Laporan Keuangan. Materi yang sudah kami Terima yaitu : Standar Akuntansi, Kerangka Konseptual dan Laporan Rugi Laba, Laporan Laba ditahan dan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, Kas dan Piutang serta Persediaan Basis Biaya. Semua materi tersebut terangkum dalam materi pembelajaran di tengah semester ganjil ini. Dan pada kesempatan ini saya akan mereview materi pembelajaran tentang Laporan Rugi Laba. 

Namun sebelum berlanjut ke materi Laporan Rugi Laba saya akan mengulas sedikit mengenai Standar Akuntansi yang digunakan. Karena salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi pihak lain seperti Investor saat ini dan investor potensial , pemberi pinjaman, kreditor dan lain-lain maka diperlukan standarisasi dalam penyajian informasi keuangan tersebut. Ada dua organisasi yang memiliki peran dalam menyusun International Financial Reporting Standar (IFRS) / Standar Laporan Keuangan Internasional adalah International Organization of Securities Commissions (IOSCO) dan International Accounting Standart Board (IASB).  

Masuk ke materi Laporan Rugi Laba, kegunaan laporan rugi laba adalah untuk mengevaluasi kinerja masa lalu, memprediksi kinerja masa depan dan membantu menilai resiko atau ketidakpastian dalam mencapai arus kas dimasa depan. Perusahaan memiliki insentif untuk mengelola penghasilan untuk memenuhi target pendapatan atau untuk membuat penghasilan menjadi kurang beresiko. Manajemen Laba adalah perencanaan atas pendapatan, pengeluaran, keuntungan, dan kerugian untuk melancarkan perolehan laba, sedangkan Kualitas laba dapat berkurang apabila manajemen laba menghasilkan informasi yang kurang bermanfaat dalam memprediksi laba dan arus kas masa depan. 

Unsur-Unsur Laporan Laba Rugi terdiri dari Laba dan Beban-beban. Laba adalah peningkatan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan peningkatan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi dari pemegang saham. Laba meliputi pendapatan dan keuntungan yaitu Revenue yang merupakan pendapatan dari kegiatan rutin dari perusahaan (penjualan, fee, bunga, deviden dan sewa) lalu ada juga Gains yang merupakan keuntungan yang didapat atau tidak dapat muncul dari kegiatan rutin (Keuntungan dari penjualan aset jangka panjang dan Keuntungan yang belum direalisasikan dari perdagangan sekuritas. Sedangkan Beban mewakili penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar, penurunan manfaat aset, timbulnya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi kepada pemegang saham.Beban terdiri dari akun Beban terdiri dari : Harga pokok penjualan, Depresiasi, Bunga, Sewa, Gaji, dan Upah dan beban Pajak. Akun kerugian terdiri dari : Kerugian akibat restrukturisasi, Kerugian atas penjualan aset jangka panjang dan Kerugian yang belum terealisasi atas perdagangan sekuritas.Komponen yang terdapat dalam Laporan Laba Rugi terdiri dari akun Sales of Revenue (Pendapatan Penjualan), Cost of goods sold (Harga pokok Penjualan), Selling expenses  (Biaya-biaya Penjualan), Administrative of general expenses (Pengeluaran administrasi dan umum), Other income and expens (Pendapatan dan pengeluaran lainnya), Finance  cost (biaya keuangan), Income tax (pajak penghasilan), Discontinued Operations  (Operasi yang Dihentikan), Non-Controling Interest (Kepentingan non pengendali) dan Earning per share (penghasilan per saham). Perusahaan umumnya menyajikan beberapa atau semua bagian dan semua komponen ini dalam laporan laba rugi. Pelaporan berbagai item penghasilan meliputi : 

  • Laba Kotor, Dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dari penjualan bersih.
  • Penghasilan dari operasi, Ditentukan dengan mengurangi beban penjualan dan administrasi serta pendapatan dan beban lain dari laba kotor.
  • Laba bersih, Menyajikan laba setelah seluruh Pendapatan dan Beban pada periode yang ditetapkan.
  • Alokasi ke Kepentingan Nonpengendali (Non- Controlling Interest), Ketika sebuah perusahaan menyiapkan laporan laba rugi konsolidasian, IFRS mengharuskan laba bersih dialokasikan untuk kepentingan pengendali dan nonpengendali. Alokasi ini dilaporkan di bagian bawah laporan laba rugi, setelah laba bersih.
  • Laba Per Saham (Earnings per Share), memiliki rumus = (Laba Bersih – Dividen Saham Preferen) : Rata-Rata Tertimbang dari Saham Biasa yang Beredar
  • Operasi Yang Tidak Dilanjutkan, Komponen entitas yang telah dilepaskan, atau telah diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. 
  • Alokasi Pajak Antar periode, menghubungkan beban pajak penghasilan dengan item tertentu yang menimbulkan jumlah ketetapan pajak.

Laporan Laba Ditahan (Laporan Saldo Laba) dapat memberikan dua hasil, yaitu penurunan dan peningkatan saldo. Jumlah laba yang ditahan suatu perusahaan yang telah diperuntukan bagi keperluan terentu, sehingga tidak boleh dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. 

Dari penjabaran diatas maka jelaslah bahwa pengetahuan tentang Laporan Laba Rugi memiliki peran penting sebagai salah satu bentuk laporan keuangan perusahaan. Komponen-komponen yang ada dalam Laporan Laba Rugi mewakili berbagai item penghasilan. Bahkan untuk laba bersih diipandang oleh banyak orang sebagai ukuran terpenting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan perusahaan pada jangka waktu tertentu. Dengan menguasai rangkaian laporan keuangan ini para mahasiswa dari prodi Akuntansi diharapkan dapat mengembangkan penyajian informasi keuangan dengan baik sehingga dapat digunakan oleh perusahaan sebagai salah satu bahan untuk mengambil keputusan dan kebijakan bagi perusahaan dimasa yang akan datang. 


Referensi :

Kieso Weygandt Warfield. Intermediate Accounting - IFRS edition, third edition. Copyright © 2018 John Wiley & Sons, Inc. Translated by Kuwat Slamet, PKN STAN, 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transaksi Entitas Induk dan Entitas Anak : Persediaan dan Jasa

ALUR MANUFAKTURING (AKMEN) - ENDJELIN

TUGAS REVIEW PERTEMUAN KE-14 (AKMEN)